Oleh R. A. Untuk kesekian kalinya, Aku melihat sosok itu Gadis muda bermata sipit nan sendu Dia tengah mengusap liur lelaki yang tengah rebah di pembaringan, di sudut sebuah gubuk kayu Sorot mata lelaki itu kosong Seolah hanya dua bola mata tergeletak di wajahnya yang pasi Ekspresinya tak sedikitpun menampakkan kehidupan Gadis itu membacakan sebuah kitab Suaranya terdengar akrab di gendang telingaku Ia melagukan kalimat-kalimat lirih nan syahdu Lelaki itu perlahan terpejam Meresapi setiap ucapan gadis itu Namun kemudian, nafasnya tersengal memanggil gadis bermata sipit Gadis itu berbisik seraya menggenggam tangan si lelaki Dia melafalkan kalimat yang tak asing bagiku Nafas lelaki itu mulai mereda Dan akhirnya… Hilang! Seketika, aku tersadar dari imaji Gadis bermata sipit nan sendu itu ternyata adalah, Aku Jatuhlah sudah air mata yang lama tertahan Kekecewaan ini menghantuiku lagi Maaf… Aku tak berada di sampingmu,...
Kehidupan terus berputar seiring dengan berjalannya waktu. Selalu ada cerita dibalik setiap kehidupan manusia. Menuangkan cerita ke dalam sajak adalah salah satu cara untuk meluapkan emosi di jalan yang benar :) Tak ada manusia yang tak punya cerita