Oleh R. A.
Untuk
kesekian kalinya,
Aku
melihat sosok itu
Gadis
muda bermata sipit nan sendu
Dia
tengah mengusap liur lelaki yang tengah rebah di pembaringan,
di
sudut sebuah gubuk kayu
Sorot
mata lelaki itu kosong
Seolah
hanya dua bola mata tergeletak di wajahnya yang pasi
Ekspresinya
tak sedikitpun menampakkan kehidupan
Gadis
itu membacakan sebuah kitab
Suaranya terdengar akrab di gendang telingaku
Ia
melagukan kalimat-kalimat lirih nan syahdu
Lelaki
itu perlahan terpejam
Meresapi
setiap ucapan gadis itu
Namun
kemudian,
nafasnya
tersengal memanggil gadis bermata sipit
Gadis
itu berbisik seraya menggenggam tangan si lelaki
Dia
melafalkan kalimat yang tak asing bagiku
Nafas
lelaki itu mulai mereda
Dan
akhirnya…
Hilang!
Seketika,
aku tersadar dari imaji
Gadis
bermata sipit nan sendu itu ternyata adalah,
Aku
Jatuhlah
sudah air mata yang lama tertahan
Kekecewaan
ini menghantuiku lagi
Maaf…
Aku
tak berada di sampingmu,
ketika kau pulang ke rumah abadi kita
Tunggu
hingga semua ini berakhir,
kelak kita kan berjumpa di sana, Ayah
Komentar
Posting Komentar